Kategori Berita

Berita

Menampilkan 2 dari 14 Berita
Semangat Baru Kepengurusan Ormawa: INAMIS Resmi Lantik Pemimpin Mahasiswa 2025

Berita • Kamis, 6 Februari 2025

Semangat Baru Kepengurusan Ormawa: INAMIS Resmi Lantik Pemimpin Mahasiswa 2025

Kepatihan — Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai kegiatan Pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) INAMIS yang diselenggarakan pada Kamis, 06 Februari 2025, bertempat di Aula Lantai 3 INAMIS. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi lahirnya kepengurusan baru yang siap mengemban amanah organisasi selama satu periode ke depan.Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Bapak M. Suyoso, M.Pd, yang secara resmi mengukuhkan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) di lingkungan INAMIS.Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian proses demokrasi kampus melalui Pemilihan Umum Raya (Pemira) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Melalui proses tersebut, mahasiswa secara aktif berpartisipasi dalam menentukan pemimpin dan perwakilan organisasi yang diharapkan mampu membawa aspirasi serta kemajuan bagi seluruh civitas akademika.Dalam sambutannya, Bapak M. Suyoso menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan kolaborasi dalam menjalankan roda organisasi. “Menjadi pengurus Ormawa bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Jadilah pemimpin yang mampu memberi teladan, membawa inovasi, serta memperjuangkan kepentingan mahasiswa,” ungkapnya.Pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat, ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara oleh para pengurus yang dilantik. Momen ini sekaligus menjadi simbol dimulainya perjalanan baru bagi para mahasiswa terpilih dalam mengembangkan potensi kepemimpinan dan organisasi.Dengan dilantiknya kepengurusan Ormawa periode 2025, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antar organisasi mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aktif, progresif, dan inspiratif. INAMIS pun optimis bahwa para pemimpin muda ini akan mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang berdampak positif, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.

Baca Selengkapnya→
Diskusi Prodi PAI UINSA Dan INAMIS Dalam Perancangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)

Berita • Kamis, 28 November 2024

Diskusi Prodi PAI UINSA Dan INAMIS Dalam Perancangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)

Lamongan, 20 November  2024 inamis.ac.id - Kunjungan tim manajemen dan prodi Pendidikan Agama Islam institut Alif Muhammad Imam Syafi'i (INAMIS) ke UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dalam rangka diskusi dan evaluasi rancangan kurikulum prodi PAI INAMIS. Hasil diskusi ini di harapkan mampumenjadi pijakan baru dalam merancang penyusunan kurikulum yang lebih relevan dan berbasis Outcome-Based Education (OBE).Kurikulum yang Visioner dan RelevanDiskusi ini mengupas tuntas kerangka kurikulum PAI yang berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI). Salah satu poin utama yang disoroti adalah pengembangan kurikulum untuk menghadapi kebutuhan generasi Alpha, abad ke-21, dan pasar kerja global.Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami tidak hanya unggul dalam ilmu agama tetapi juga kompeten secara global, kritis, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Dr. Muhammad Fahmi (Ketua Prodi PAI UINSA).  Ke depan, kurikulum harus disusun berdasarkan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan OBE dalam kurikulum menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang melahirkan pendidik profesional, peneliti pendidikan agama, serta pengembang media ajar berbasis teknologi. Strategi pembelajaran yang digunakan mengedepankan Student-Centered Learning (SCL), Problem-Based Learning (PBL), dan Project-Based Learning (PjBL).Kekuatan dan Tantangan KurikulumMenurut Achmad Adharul Ja'fari, MH (Ketua LPM INAMIS), kurikulum berbasis OBE memiliki keunggulan yang relevan dengan kebutuhan generasi digital, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains, dan mendukung keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kerja sama, dan inovasi. Seharusnya ada solusi cepat untuk masalah seperti proses sinkronisasi kurikulum, kekurangan infrastruktur digital, dan kurangnya pelatihan dosen dalam penerapan teknologi. Hasil diskusi ini mencakup poin-poin penting berikut: Dosen harus ditingkatkan melalui pelatihan berbasis teknologi dan pendekatan OBE; Pengembangan Infrastruktur Digital, yang memastikan ruang kelas berbasis teknologi dan akses internet memadai; Evaluasi Kurikulum Berkala, yang memastikan bahwa pembelajaran sesuai dengan prinsip OBE; Kolaborasi Eksternal, yang memungkinkan kerja sama dengan lembaga pendidikan lain untuk benchmarking dan pengembangan kurikulum dan inovasi. Hal ini diamini oleh Ketua Prodi PAI INAMIS, Muhammad Syafiq Mughni, M.Pd dan salah satu dosen PAI INAMIS, Bahtiyar Rifa’I, M.Pd.I.Kunjungan Tim INAMIS ke Prodi PAI FTK UINSA, yang mencakup agenda diskusi dan review kurikulum, menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak boleh stagnan, terutama di tengah tantangan yang dihadapi di era teknologi saat ini. Penggunaan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) oleh INAMIS menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman sambil mempertahankan nilai-nilai utama Islam. Tidak hanya institusi pendidikan yang bertanggung jawab atas tanggung jawab besar ini. Dengan mendukung kebijakan, menyediakan dana, dan memanfaatkan teknologi, pemerintah dan masyarakat harus berpartisipasi. Oleh karena itu, lulusan Prodi PAI tidak hanya menjadi guru yang berpengalaman, tetapi juga menjadi pemimpin transformasi yang siap membangun Indonesia emas di masa depan.

Baca Selengkapnya→
Halaman 2 dari 2